KALENDER

November 2014
M T W T F S S
« Jun    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Sekilas tentang IPAI

Ikatan Perawat Anestesi Indonesia adalah organisasi profesi perawat anestesi yang bebas pajak, dibentuk atas keinginan perawat anestesi sebagai wadah untuk mengelola kepentingan untuk anggotanya atau sebagai mandataris dari perawat anestesi di seluruh Indonesia.
Perawat anestesi adalah perawat yang telah diberi pendidikan formal secara teoritis dan praktek dalam bidang anestesi dan berkompetensi untuk melakukan pelayanan dalam pelayanan anestesi
Profesi Perawat Anestesi wajib dijadikan sebagai sarana untuk mensosialisasikan eksistensi organisasi profesi perawat anestesi diseluruh Indonesia dalam menjalankan tugas profesinya secara baik serta sebagai dasar dilakukannya legislasi terhadap profesi perawat anestes

Categories

MUNAS IPAI 2010

Rekan Sejawat di Seluruh Indonesia…

Sesuai hasil Mukernas di Jogjakarta pada tanggal 15 s/d 17 Oktober 2009, kita akan melaksanakan MUNAS IPAI ke-5 pada tahun 2010 di Kota Manado. Namun mengingat kondisi regulasi kita (Kepmenkes 779 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Anestesi dan Reanimasi di Rumah Sakit) yang telah disosialisasikan pada tahun 2008,sedang dalam tahap peninjauan kembali /pencabutan oleh DPP IDSAI (c.q Dr. Bambang Tutuko ),  yang mana membutuhkan suatu kesatuan tekad dari seluruh anggota IPAI di Indonesia untuk tetap berjuang mempertahankan peraturan perundang undangan yang telah di sahkan oleh Menteri Kesehatan RI. dan menjadi Payung Hukum kita, agar tetap dipertahankan dan telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang dengan perjuangan yang berat berbagai pihak termasuk Pemerintah untuk merumuskan Peraturan perundangan tersebut. Apakah bijaksana jika IDSAI secara sepihak ingin membatalkan aturan tersebut?????Mungkin kita perlu menyatukan aspirasi dan kesatuan tekat melalui suatu pertemuan nasional untuk mempertahankannya, melalui “MUKERNAS IPAI LUAR BIASA” bertempat di Jakarta tahun 2010…..sehingga MUNAS ke-5  akan tetap tetap kita laksanakan namun pada tahun berikutnya yaitu 2011. Hal ini disebabkan oleh dinamika perkembangan organisasi kita yang  akhir-akhir ini cukup alot sehingga membutuhkan konsolidasi yang intensif dari teman sejawat di seluruh Indonesia.

Mohon tanggapannya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

89 comments to MUNAS IPAI 2010

  • Landak

    Kalau jadi orang,jangan hanya mau make tenaganya saja.giliran masalah duit baru ribut bilang gak butuh perawat anestesi.emang selama ini dokter Sp.An pernah menyiapkan pasien,obat dan alat dari awal..mereka taunya cuman datang trus ngebius pasien setelah itu kabur cari pasien di RS lain….gak malu….

  • Mhs D4 KAR Jogja 2008

    sukseskan munaslub IPAI untuk kemajuan organisasi kita…semoga sukses
    Jangan takut……………………

  • kenapa ya perawat anestesi kaya ya takut sama idsai,…jgn takut bro…kita kan perawat anastesi punya hak untk mendpat pendidikan dan kehidupan yang..di kalimantan saja.dokter anastesi nya egk mau kerja di rsud-rsud yang..bagai ya bu mentri ksehatan yang baru..memngnya penata anastesi egk ada hak untuk mendapatkan pendidikan..jd apadunanya UUD 1945 dan pancasila. kenapa bidan bisa mandiri,,,,hei..hei perawat berjuang dong. bagai mana kita mogok aja

  • ts abdul sukur thanks thank datanya nanti aq nyusul yang lain ayo ayo ayo berikn data ini argumen ilmiah ayo ayo

  • Nani Gorontalo

    Salam IPAI bagi kita sekalian…
    Rencana rakernas IPAI LB yang di percepat , kami sangat mendukungnya guna memberikan reaksi yang keras !!!! atas rencana pencabutan kepmenkes 779 / 2008 ttg standar yan anestesi dan reanimasi di RS.
    Di RS kami bekerja saat ini belum ada span. yan anestesi dan reanimasi dilakukan oleh kami 2 pwt alumni Akpernes sby dan 1 pwt PL dengan output 600 – 700 Px bedah / tahun.
    Semoga DPP IPAI Pusat mampu meneruskan ini ke Ibu menkes sbg regulator yankes. Seharusnya anggota IPAI ini di beri penghargaan dan intensip atas peranan mereka dalam menekan angka kematian dan kesakitan tapi yang ada malah upaya pengkerdilan / penghapusan integritas atas profesi. Apalagi kondisi kami bekerja di daerah dimana sarana dan bahan yg ada utk bekerja sangat jauh dari standar yan minimal. Lewat forum ini kami mendukung semua langkah – 2 strategik DPP IPAI untuk merespons berbagai ide, gagasan , aksi yang mengkerdilkan / meniadakan peran Pwt AN.
    Bravo IPAI best regards

  • dayak

    yth SpAn…sekiranya anda jangan menutup mata bahwa anda butuh perawat anestesi dalam pelayanan anestesi dan reanimasi.data dari teman kami bpk.syukur seharusnya cukup untuk pertimbangan anda..bagaimana dengan nasib pelayanan kesehatan dipedalaman???ada peraturan yang melindungi malahan ingin di hilangkan,kenap sesuatu yang baik malah dianggap sebaliknya??!!

    • Abd. Syukur AK,BSc

      mohon data pelayanan anda, di daerah. Data Kalbar pernah ditampilkan di komisi IX tahu 2008, tetapi data seperti itu sangat sulit saya peroleh, mohon bantuan partisipasi nyata. Tampilkan nama jelas anda. Data tabulasi Excell kirim ke E-mail: syukran_ponti@ymail.com

  • Kenapa Pendidikan D3-4 Perawat Anestesi digugat sejak tahun 1983 ???. Dunia Internasional (IFNA) melalui berdebatan dua tahun sudah mengakui IPAI sebagai anggota ke 35 sejak tahun 2004 . Kenapa hanya sedikit negara (anggota IFNA) yang terdaftar disana? Ini karena persyaratan yang ketat untuk menjadi anggota IFNA. Hanya 35 anggota diantara negara2 didunia termasuk IPAI nya INDNESIA (bendera di PBB =135 negara) yang memenuhi syarat. Kita semua yakin Bapak Presiden R.I. Susilo Bambang Yudoyono bangga ketika Kongres Dunia IFNA berlangsung; nama Indonesia / IPAI disebut dan ada dalam daftar hadir. Sangat Aneh dan lucu bila pemerintah / negara sendiri “enggan” mengakuinya. Dapatkah Dekpes bersikap lebih tegas dan logis berdasarkan data dan fakta yang ada dan terjadi dimasyarakat?.
    ***Kita serahkan kepada perintah/ petinggi dekpkes untuk menjabarkan undang –undang ini; demi tercapainya layanan publik dibidang kesehatan. IPAI BERHARAP KEPADA PEMERINTAH (MENKES) SEBAGI REGULATOR BERTINDAK ADIL DAN BIJAKSANA. Dan yang terpenting jangan coba-coba Menkes membatalkan KepmesKes 779/2008; bahkan kami berharap Perawat Anestesi termasuk didalam Undang-Undang Tenaga Kesehatan yang akan terbit. Kami mengajak DPP-IPAI segera menyurati / bergaung di dunia Internasioanl melalui IFNA; bila didalam negeri sendiri tak ada penyelesaian. tk
    Reff.:
    *Undang2 No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan; pasal 1 ayat 6′, pasal 25 ayat 1-3.
    *Undang2 No.44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit; pasal 4 dan 5, … Lihat Selengkapnya
    *Undang2 No.29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran ; pasal 73 ayat 3.
    * Undang -Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: pasal 5,11,15,15,21
    *KepMenKes 779/2008
    *ifna.com

  • Testimoni Saya bangga menjadiPerawat/ Penata Anestesi. karena dalam pelayanan anestesi dibeberapa RS Jabodetabek saya dihormati oleh Profesi lain termasuk dr SpAn. Jadi tidak ada alasan IDSA(baca.Mas Bambang) untuk arogan seolah dunia ini hanya miliknya yg lain kontrak. Sy yakin kalau ada jajak pendapat dikalangan dr SpAn ketika ditanyakan apakah perlu ada Perawat Anestesi dalam pelayanan Anestesia pasti yg jawab “IYA” >l 90% yg TIDAK hanya 10%. Insya Allah KepMenkes 779/2008 tidak akan tercabut mas bambang.

  • PERAWAT ANESTESI
    Peran yang dibutuhkan tetapi hanya dimanfaatkan.

    Eksistensi dan keberadaan Pendidikan D3-4 Perawat Anestesi selalu digugat sejak tahun 1983 ???. Bahkan konon pernah ada anggaran di DepKes yang dikembalikan karena tidak ter- realisasi; ini karena tekanan bertubi-tubi dari pihak yang tidak menghendaki adanya Perawat Anestesi ( Pendidikan D-3). Fakta lain adalah bahwa Dunia Internasional (IFNA) melalui berdebatan dua tahun sudah mengakui IPAI sebagai anggota IFNA ke 35 sejak tahun 2004 .
    Ada yang berkata itu tidak representatif karena di PBB ada 135 negara; ini argumen yang sudah terpojok. Kenapa hanya sedikit negara (anggota IFNA) yang terdaftar disana?. Tidak lain karena untuk menjadi anggota IFNA sangat ketat dalam hal persyaratan. Hanya 35 anggota IFNA ( 35 negara) diantara negara2 didunia yang dapat menjadi anggota tetap; dan salah satunya adalah IPAI ( IKATAN PERAWAT ANESTESI INDNESIA. Kita semua yakin Bapak Presiden R.I. Susilo Bambang Yudoyono bangga ketika Kongres Dunia IFNA berlangsung; nama Indonesia / IPAI disebut dan ada dalam daftar hadir (IPAI tidak pernah hadir karena didalam negeri masih bermasalah, tidak ada dana dan dukungan pemerintah).
    Adalah sangat membingungkan dan aneh bila pemerintah / negara sendiri “enggan” mengakuinya. Dapatkah Dekpes bersikap lebih tegas dan logis berdasarkan data dan fakta yang ada serta terjadi dimasyarakat?. Banyak pasien yang tak pantas dirujuk ke RSU Prov, hanya karena keterbatasan tenaga anestesi, dan bila dirujuk, sampai di RSU Prov. Entoh juga sangat mungkin hanya dilayanai oleh Perawat Anestesi.( ADA DATA sepanjang tahun bahwa pelayanan anestesi di RSU Provinsi saja berkisar 70% sd 80% ditangani oleh perawat anestesi; sebaliknya di RS Swasta 90-100 persen oleh Dokter Spesialis ).
    Ini dilema besar yang selalu ditutupi sepanjang tahun; sejak pertemuan alumni “Penata Anestesi” tahun 1983 di gedung YTKI Jl.Gatot Subroto yang dihadiri oleh berbagai profesi dan departemen terkait serta pembicara yang kompeten. ( “Dr. Parinaz Pasay” dari WHO dan Dr. Prof. X dari CHS Depdiknas).
    Kita belum berbicara tentang RS-RS di Kabupaten, yang sebagian besar tindakan anestesi dilakukan oleh perawat ” terlatih atau dilatih” yang tidak profesional; dengan alasan bila dirujuk, terlalu banyak kendala dari pasien yang sudah gawat. Hal-hal seperti ini mungkin tidak ada data dan laporan dari dinas terkait.
    Saya pernah berkata di depan KOMISI IX DPR RI (Ketua Sidang Dengar Pendapat : Bapak Max Sopacua”)…. ” ………….. ini adalah kebijakan yang memiskinkan rakyat yang sudah miskin, karena ada pasien yang mengaku harus menggadaikan rumah, kendaraan atau menjual ternak untuk mencari seorang yang pandai ” MEMBIUS”. ………………………………………….* APA KATA DUNIA.
    Masih adakah yang memungkiri keberadaan perawat anestesi di Indonesia ?, coba kita menghayati secara jernih sejarah perkembangan perawat anestesi dunia yang pada awalnya berkembang di Amerika. Bukankah “Perawat” sangat berperan pada periode awal perkembangan ilmu anestesi. Ketika kita masuk ke perpustakaan atau toko-toko buku; banyak kita temui buku-buku text karangan seorang Doctor ( S-3) yang ternyata ia seorang perawat anestesi; sebagai penulis utama, anggota, editor bahkan sebagi peneliti.
    Kami serahkan kepada perintah petinggi dekpkes untuk menjabarkan undang –undang yang sudah ada, untuk menuju Indonesia yang lebih baik, lebih adil dan lebih damai. IPAI BERHARAP KEPADA PEMERINTAH (MENKES) SEBAGAI REGULATOR BERTINDAK ADIL DAN BIJAKSANA. Dan yang terpenting bagi kami, Menkes tidak membatalkan KepmesKes 779/2008; bila ini terjadi berarti Indonesia sudah lebih maju dibandingkan dengan Negara Amerika dan Negara-Negara Eropah lainya dalam hal pelayanan kesehatan khususnya pelayanan anestesi. Lebih dari itu, kami berharap Perawat Anestesi termasuk didalam Undang-Undang Tenaga Kesehatan yang akan terbit.
    Sebagai penutup, kami anggota IPAI menghimbau DPP IPAI segera mengirim surat dan mencari dukungan dunia melalui KONGRES DUNIA IFNA; bila didalam negeri sendiri tak mampu menyelesaikan masalah yang sederhana ini. Rasanya sudah habis energi kita di ombang ambingkan oleh ombak dari sebuah kapal raksasa, walau ada kapal lain yang berpura-pura sebagai penolong.
    Terima kasih dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenang.

    MERDEKA INDONESIA, MAJU TAK GENTAR BERSAMA IPAI

    Pontianak, 24 Februari 2010
    Ketua DPD IPAI Kalimantan Barat .

    Abd. Syukur AK, BSc.

    Reff.:
    *Undang-Undang No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
    pasal 1 ayat 6?, pasal 25 ayat 1-3.

    * Undang-Undang No.44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
    pasal 4 dan 5,

    * Undang-Undang No.29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran ;
    pasal 73ayat 3.

    * Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
    pasal5,11,15,15,21
    *KepMenKes 779/2008.

    * Website ifna.com

    * Website ikatanperawatanestesiindonesia.com

    organisasi@ikatanperawatanesteiindonesia.com

  • pasal 73 ayat 3 UU no 29 thn 2004 tentang praktek kedokteran kan sudah memfasilitasi kita dan tindak lanjutnya ya kep. menkes 779 thn 2008 sudah cukup tepat, bila dianggap tidak cukup atau kurang kuat ya ayo ditingkat jadi Peraturan pemerintah, dan didaerah diperdakan kan jadi kuat, toh data dan alasan sosiologis nya kuat, oke!!!? wk wk wk wk

  • buat semua perawt anestesi yth: mari kita buat gerakan peduli ipai denga ujud nyata, dengan nama PEDULI IPAI SEJUTA RUPIAH tiap anggota OK bro???!!!! HE HE HE ayo bro renungkan !!!!!!!? sobat sesuaikan antara omong dan tindakan, ayo lebih cepat lebih baik dan bersama bisa

  • Kirimkan kartu anggota IPAI yang baru. Sampaikan kendala-kendala yang ada s/d permasalahan kita yang kita rasakan selama ini. dan beserta terobosan-terobosan untuk mengantisipasi masalah tsb sejauh mana yang telah dilakukan untuk aksi bersama sebutkan poin-poin yang akan dilakukan oleh pengurus pusat maupun daerah khususnya para anggota IPAI yang aktif bekerja baik di instansi RSU pemerintah maupun swasta. Pada umumnya permasalahan didaerah terhadap anggota tentang jasa medis tindakan anestesi kurang mendapat wewenang maupun insentif yang cukup memadai

  • Menarik juga usulan mas Jojo, PEDULI IPAI tapi kalau SEJUTA RUPIAH kedengarannya serem banget. bagaimana kalau judulnya diganti ” KERTASSERATUSRIBUAN PEDULI IPAI” mungkin lebih PAS,jadi kalau ada yang mau memasukkan 10 atau 20 lembar kedalam KOTAK juga boleh. Para pengurus DPP & DPD bisa menyosialisasikan ke anggotanya.

  • ok ok aja mas toto, maksud aku jika kita pengin dapat gede biasnya pancing juga harus gede, at kita jangan yang biasa-biasa aja, tapi harus luar biasa, itu aja blm tentu dapat yang biasa, n lihat teman yang lain yang finansial nya kuat uu cepat berhasil, kan perlu koordinasi konsolidasi dan lainnya untuk menuju ke senayan he he he wk wk wk

  • Perubahan IPAI dari PERAWAT menjadi PENATA; sungguh harus ber-hati2, karena dulu sudah pernah menggunakan kata ” PENATA”. Kata ” PERAWAT” sudah sesuai dengan akte notaris dll; sedangakan PENATA, akan berbenturan dengan UU No.29 tahun 2004 khususnya Pasal 73…………….>>>
    (1) Setiap orang dilarang menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain
    yang menimbulkan kesan bagi masyarakat seolah-olah yang bersangkutan
    adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi
    dan/atau surat izin praktik.
    (2) Setiap orang dilarang menggunakan alat, metode atau cara lain dalam
    memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menimbulkan kesan seolaholah
    yang bersangkutan adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki
    surat tanda registrasi dan/atau surat izin praktik.
    (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak berlaku
    bagi tenaga kesehatan yang diberi kewenangan oleh peraturan perundangundangan.
    Pasal 74Ayat (3).
    Dalam penjelasannya:Tenaga kesehatan dimaksud antara lain bidan dan perawat yang
    diberi kewenangan untuk melakukan tindakan medis sesuai dengan peraturan perundangan-undangan.
    Kata “PENATA” ada mis-ling dengan dokter Sp.An.tentang perlimpahan wewenang dll. Demikian juga dengan IFNA serta perangkat perundang-undangana lain; bahkan mungkin juga dengan UU tentang tenaga kesehatan yang akan terbit. Ini hanya pemikiran saya pribadi, dengan kekhawatiran jangan sampai kita mundur 10 tahun kebelakang, atau karena ini hanya pemikiran orang lain yang hanya ingin mengacaukan IPAI; seperti yang pernah terjadi.
    Bila kita ingin mengikuti era-globalisasi nanti, lebih tepat kiranya kita sebagai PERAWAT ANESTESI. Dalam munas nanti sangat bermanfaat bila kita mengundang IFNA dan atau AANA sebagai pembicara dan negara-negara asia tenggara sebagai tamu/peninjau; tentu ini perlu koordinasi khusus. ………….. Terima kasih

    • taufik

      MOHON MAAF PAK KALAU KITA MOGOK TOTAL PATUT TIDAK YA …SUPAYA IDSAI TAU BAHWA MEREKA SEBENARNYA MASIH BUTUH KITA ..DAN PEMERINTAH JUGA TAHU BAHWA BAGAIMANAPUN PERAWAT ANASTHESI MASIH DAN TETAP DI BUTUHKAN .. BERAPA PERSEN WILAYAH DI NEGARA INI YANG ADA /BISA DI LAYANI DSAN

  • yayan

    Bagaimana tidak dibutuhkan kota sebesar namanya yaitu Bandung aja yang nota benenya penghasil lulusan dr anestesi dan perawat anestesi handal masih ada 3 RSUD yang belum ada Span nya semua pelayanan anestesi dikerjakan oleh perawat anestesi… masih di wilayah Bandung lho… kumaha ieu teh damang kitu lamun permenkes 779,2008 mau dicabut.!!!!???? ah gelo meureun nya.. silahkan dicabut tapi please pelayanan anestesi di berbagi penjuru Indonesia di cukupi dulu oleh Span toh buat saya pribadi mah lebih uenak tidak sutrees presentasi tetap kan asik coy.. mari kita dukung munaslub ipai semoga menjadi titik balik bagi pejabat pemerintah untuk melek dan melihat bahwa sesungguhnya pelayanan anestesi di Indonesia masih dominan di kerjakan oleh perawat anestesi… bravo IPAI khususnya JABAR congratulations on the implementation Musda ipai jabar.

  • Buat DPP IPAI perlu membuat strategi dengan Langkah sekala prioritas, memanfaatkan moment2 yang ada didepan mata, ant6ara lain : mau-tidak mau suka tidak suka saat ini kita masuk dalam rumpun tenaga keperawatan walaupun dalam kenaikan pangkat(maaf) bg PNS angka kredit tidak berlaku buat penata anestesi, Munas PPNI akan berlangsung di bontang Kalimantan Timur, itu merupakan akar/ dasar yang harus diperjuangkan menyatukan presepsi dengan teman2 ppni bahwa dalam draf ruu keperawatan hrs ada atau tersurat atu kontruksi hukum yang menampung atau melindungi perawat anestesi dapat melakukan tindakan anestesi sama dengan perawat yang ddi puskesmas dapat memberikan pengobatan dasar dll ( maaf itu aja pasal krusial bagi teman ppni yang ada didaerah dan nampaknya hilang dalam draf berikutnya, coba itu dikawal terus dan ipai harus ikut mengawal, ini semua perlu perjuangan bukan suatu yang tidak mungkin negara maju aja masih dan eksis melakukan dan juaga PP yang tentunya akan dibuat oleh Depkes sebagai bentuk tindak lanjut uu kedoteran,uu ttg Rs, uu ttg kesehatan ha ha ha itu manfaatkan itu, selamat berjuang DPP yang tentunya dpp butuh saleri : makany buat gerakan peduli IPAI deng SEJUTA RUIAH untuk mengawal regulasi regulasi yang kita kehendaki

  • Farid F

    Salam IPAI …. Kita tetap selalu menjaga ikatan kita tetap satu dengan tujuan menyelamatkan nyawa manusia dalam pelayanan Anestesi … Saya setuju dengan komentar saudara-2 dijabar emang orang-2 yang mau mencabut permenkes 779-2008 dia bisa tugas ditempat terpencil dipapua ini … Jangan gila dong… Kalau tujuannya untuk kemanusiaan pastilah kami IPAI adalah partner kerjamu … Tapi kalau tujuannya hanya materi kasihan kerja didaerah terpencil dipapua sini bisa gila dan saya tidak yakin kalian yang mau mencabut permenkes jalan dihutan selama 1 minggu untuk pelayanan anestesi… Kami seluruh penata anestesi dipapua akan selalu menjunjung kewaspadaan kemanusiaan menuju keselamatan..

  • mana niich apa cuma segini temen2 alumni kagak seru nich ngga ada lu

  • Mas Jojo….kawan2 kita alumni dari Jakarta Bandung Surabaya sepertinya sedang asyik membius pasien,barangkali mereka juga belum tahu http//.ikatan perawat anestesi, krn sy juga baru menemukan sebulan lalu ,setelah pusing di http/ipai info tdk menemukan apa2.para pangurus DPP n DPD IPAI punya tugas baru untuk meenyosialisasikan website kita ini.

  • H.Waryono, S.IP,S.Kep, M.Kes

    Yang lebih penting adalah kesiapan Perawat Anestesi Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang sama saja satukan tekat ( Jika tidak hadir dapat memberikan dukungan yang mantab ).
    Permasalahan untuk IPAI organisasi dapat juga dipercayakan kepada teman-teman dan nantinya dapat dipersiapkan ” REGULASI ” dari Daerah hingga Pusat. begitu……….Jangan lupa undang hari dan tanggalnya.

  • Abd. Syukur AK,BSc

    Tq. terima kasih; namun tugas seperti itu mohon dan dapat di bantu oleh anggota IPAI sendiri. Karena tugas2 DPP sangat sibuk. Pernah 13 x ke depkes pertahun sebelum Kepmenkes 779/2008 lahir; terkadang dengan biaya sendiri. Jadi mohon: 1. setiap anggota memberikan laporan tabulasi pelayanan anestesi (P.An dan Sp.An.) dari rumah sakit masing2. 2. Mohon aktif membayar iuran dll. 3. Kepada Anggota baru segera melaporkan diri ke DPD serta melaksanakan ad1 dan ad2. Jangan hanya kalau butuh kartu anggota baru menghubungi pengurus. Tk

  • tata juarta

    kami mendukung munas/ munaslub tapi titip sama kawan2 sikapilah setiap permasalahan yang muncul dengan cukup arip dan bijak karena jangan dibuat suatu alasan oleh yang lain memberedel organisasi ini, kalau kita pelajari UU dan permenkes sudah jelas, diperjelas lagi dalam 779/2008,jadi kawal terus permenkes jangan dimentahkan lagi,DPD Jabar siap mendukung maju terus pantang mundur selama pelayanan kepada masyarakat menjadi tujuan kita insya Allah,Allah akan memberikan jalan terbaik buat organisasi ini amin…..

  • Tindakan anestesi oleh P.An. dan Sp.An.
    di IGD RSUD DR.SOEDARSO PONTIANAK
    Bulan————P.An——-Sp.An——Jumlah
    Mar-09————-15————–3———18
    Apr-09————–72———–32——–104
    May-09———–107————20——–127
    Jun-09————110————–5——–115
    Jul-09—————-67————-0———-67
    Aug-09————–59————-0———-59
    Sep-09————–83————-0———83
    Oct-09—————72————-0———72
    Nov-09————–81————-1———82
    Dec-09————-121————0——-121
    TOTAL————-787———–61——-848
    Persen—————93%———-7%—-100%
    Resiko 1 – 4– termasuk bedah khusus dan Bedah khusus.

  • Abd. Syukur AK,BSc

    Coba baca—-http://www.wikimu.com/News/Print.aspx?id=2295

  • Inilah bukti pentingnya Perawat Anestesi; Di KalBar pun pasien sering dirujuk ke RSUD (Prov.)’ tetapi tetap dilayani perawat anestesi juga. Kenapa pemerintah (Depkes) mengakui setengah hati keberadaan D_3 atau D-4 Anestesi ??? Coba baca ————http://www.wikimu.com/News/Print.aspx?id=2295

  • Dharma Abdi

    Salam Perawat Anestesi.
    Saya mahasiswa Prodi Kep. Anestesi Poltekkes Kemenkes Jakarta III periode 2007-2010.

    Kami selaku mahasiswa Prodi Kep. Anestesi memohon dengan sangat bantuan, bimbingan ataupun dukungan dari IPAI maupun dari kakak2 alumni bahkan dari Sp. An dalam hal pendikan keperawatan Anestesi dan kontribusinya.
    Kami sangat mengharapkan saran dan masukan dari IPAI atau kakak2 sekalian.

    Terima kasih.
    Salam Calon Perawat Anestesi.
    : )

  • adhyt

    secara saat ini qta msi di bawah span. klo mau maju harus tingkatkan mutu sdmnya…

  • Menurut Informasi DPP, MUNASLUB IPAI diselenggarakan di Jakarta november 2010 (kalau tdk salah) tapi teman2 dilapangan masih banyak yang belum tahu karena mereka hanya tahu hasil MUKERNAS Jogya bahwa MUNAS 5 diselenggarakan di MANADO. jadi tolong siapapun yang membaca tulisan ini menginformasikan kepada kawan2 IPAI. dan atau Panitia MUNASLUB segera mengirimkan Pemberitahuan ke DPD dan RS di seluruhh Indonesia (kalau sdh syukur Alhamdulillah)

  • Arpan

    Salam IPAI, kami dari Kutai Barat, Kaltim sangat mendukung munaslub ini, mohon dengan sangat untuk dikirimkan brosur pendaftaran, thanks a lot atas infonya

  • APRISON,SST

    Assalamu’alaikum.wr.wb
    Salam perawat anestesi,….
    sebelum saya berikan komentar, saya minta informasi ttg pendaftran jadi anggota IPAI,dimana sy bisa mendaftar jadi anggota IPAI diwilayah I (sumatera) mhn alamatnya. saya lulusan d4 perawat anestesi Yogyakarta maret 2010 yll, skrg sudah kembali bertugas di RSUD Teluk Kuantan prov.Riau sbg perawat anestesi.klu data ttg pel.anestesi di RSUD kami saat saya blm bs berikan sbb blm dpt data yg riil, insyaallah bbrp hari kedepan saya bs krm data2 riilnya.sebagai gmbrn umum pel.anestesi murni dilakukan oleh perwat anestesi sbb blm ada SpAn,rata2 operasi km lakukan antara 60-80 org setiap bulan….tq wassalam

  • taufik

    BRAVO PENATA ANASTHESI………..
    memang sudah saatnya kita rekan penata semua untuk menyingsingkan lengan bersatu padu mempertahankan diri… lepas dari segala kepentingan… jangan hanya karena uang kita bisa di beli oleh rumah sakit atau dsan…
    Tapi saya pun sangsi dan jenuh dengan keadaan internal kita penata ,yang karena uang kadang kala lupa dengan idealisme dan rasa seprofesi teman sejawat kadang kala jadi lawan sehinga mudah di manfaatkan. sehingga overlaping penata dan tenaga terlatih terjadi di mana-mana..
    LET MAKE IT BATHER…
    BRAVO ….ALL FOR ONE ….
    ONE FOR ALL……

  • taufik

    Bravo IPAI INDONESIA
    Pengurus Ipai Yg terhormat
    untuk sarat tertentu kadang kala kita di haruskan punya sertifikat PPGD atau ACLS untuk kita perawat anasthesi masih di akui kah ijazah dan sertifikat kita sewaktu pendidikan. Apakah sudah di anggap kadaluarsa. han harus rutin ikut ACLS dalm jangka sekian tahun> thanks banyak infonya

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>