KALENDER

September 2014
M T W T F S S
« Jun    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Sekilas tentang IPAI

Ikatan Perawat Anestesi Indonesia adalah organisasi profesi perawat anestesi yang bebas pajak, dibentuk atas keinginan perawat anestesi sebagai wadah untuk mengelola kepentingan untuk anggotanya atau sebagai mandataris dari perawat anestesi di seluruh Indonesia.
Perawat anestesi adalah perawat yang telah diberi pendidikan formal secara teoritis dan praktek dalam bidang anestesi dan berkompetensi untuk melakukan pelayanan dalam pelayanan anestesi
Profesi Perawat Anestesi wajib dijadikan sebagai sarana untuk mensosialisasikan eksistensi organisasi profesi perawat anestesi diseluruh Indonesia dalam menjalankan tugas profesinya secara baik serta sebagai dasar dilakukannya legislasi terhadap profesi perawat anestes

Categories

KILAS BALIK SEJARAH PENDIDIKAN PERAWAT ANESTESI PENDIDIKAN ANESTESI DI DUNIA

ipai jkt 2102 137 838x1024 KILAS BALIK SEJARAH PENDIDIKAN PERAWAT ANESTESI  PENDIDIKAN ANESTESI DI DUNIASecara internasional, Pendidikan Keperawatan tidak kalah dengan profesi lain dalam bidang kesehatan, sudah banyak yang meraih gelar Profesor dan Doktor dalam bidang Keperawatan, apalagi tingkat Master dan Sarjana, terutama dinegara-negara maju seperti Amerika dan Canada. Uraian dibawah ini adalah sesuai dengan buku yang ditulis oleh Lorraine.M.Jordan, CRNA, MS, seorang direktur pendidikan pada organisasi profesi Perawat Anestesi Amerika Serikat dalam buku “Professional Aspect of Nurse Anesthetists Practice”, menjelaskan bagaimana seorang Perawat Anestesi agar berkualifikasi dalam melakukan pelayanan anestesi melalui suatu pendidikan.
Sejarah singkat Perawat Anestesi pertama kali dikenal di Amerika pada pertengahan abad ke 19. Perawat Anestesi merupakan kelompok profesional yang pertama di negeri ini yang memberikan pelayanan anestesi, namun pekerjaan mereka belum ada pengakuan resmi, sampai pada tahun 1953 dipublikasi sebuah buku berjudul “The History of Anesthesia, with Emphasis on the Nurse Specialist” oleh Virginia S.Tratcher. Sejarah Perawat Anestesi yang jelas diterbitkan pada tahun 1989, berjudul “Watchful Care : A History of America’s Nurse Anesthetists”.
Awalnya tindakan anestesi dilakukan oleh ahli bedah itu sendiri seperti dr. Horace Wells sejak tahun 1844. Sebagai dokter gigi, ia bereksperimen dengan nitrogen-oksida sebagai penghilang rasa sakit kepada pasiennya saat dicabut gigi. Dan pada akhir abad ke 19 hal ini dilaporkan telah menimbulkan angka kematian yang cukup tinggi, maka para ahli bedah berpaling untuk memilih dan mendidik Perawat sebagai tenaga pelaksana anestesi. Ada juga tenaga dokter muda yang diberi pelatihan untuk melakukan anestesi tetapi mereka kurang interes. Pada abad ke 20 seorang suster dari kalangan agama yang berprofesi Perawat Anestesi, mendokumentasikan tentang peran dari perawat anestesi. Pada tahun 1877, Suster Mary Bernard dari Rumah sakit St.Vincent di Erie Pennsylvania, beliau menjadi Perawat Anestesi yang pertama yang teridentifikasi. Pada tahun 1800 ada dua suster di “the Third Order of the Hospital Sisters of St.Francis” yang berasal dari Jerman membentuk suatu kelompok masyarakat di Illionis dan melakukan tindakan anestesi di negara bagian itu. Kemudian Suster Aldonza Elrich dan Suster Vanossa Woenke dididik oleh para ahli bedah untuk menjadi Perawat Anestesi. Seorang wanita yang sangat istimewa, bernama Alice Magaw, memberikan perhatian penuh terhadap pekerjaannya sebagai Perawat Anestesi. Alice Magaw adalah seorang Perawat Anestesi di rumah sakit St.Mary’s Hospital, Rochester, Minnesota pada tahun 1889, ia bekerja dengan seorang ahli bedah yang sangat hebat ternama Dr.William Worrel Mayo. Alice Magaw memiliki kemampuan dan keahlian luar biasa dalam anestesi, yang membuatnya menjadi sangat terkenal. Kehebatannya dalam memberikan anestesi dengan ether dan chloroform begitu luar biasa dan beliau menjadi pemimpin dalam bidang anestesi di Mayo Clinic. Menurutnya, pengalaman seorang pembius dalam hal mengidentifikasi dan bereaksi cepat terhadap kondisi penderita adalah hal yang paling penting dalam anestesi, dan beliau dijuluki sebagai “Ibu dari Anestesi”. Pada tahun 1899 Alice Magaw menerbitkan satu tulisan pada jurnal Northwestern Lancet yang menggambarkan kesuksesannya dalam memberikan anestesi yang aman kepada lebihdari 3000 pasien. Kesuksesan ini terus berlanjut hingga lebih dari 14.000 pasien tanpa kematian. Beliau memberikan anestesi dengan ether melalui cara “open methode” secara sukses. Pada periode 50 tahun berikutnya, profesi Perawat Anestesi tumbuh secara cepat dan anggota dari profesi ini adalah merupakan guru dan ahli klinik dalam bidang anestesi, baik dipusat pelayanan kesehatan dalam kota maupun pelayanan kesehatan di pedesaan. Perawat Anestesi merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan di Amerika.
Pada tahun 1912, kursus anestesi yang pertama terorganisasi untuk lulusan Perawat diadakan oleh Ibu Magdalene Wiedlocker. Pendidikan Perawat Anestesi umumnya dimulai sebagai bimbingan secara pribadi seperti contohnya Suster Mary Ethelreda O’Dwyer, Virginia S. Tratcher, Alice Magaw, dan Agatha Hodgins. Pada awal tahun 1933, pada pertemuan pertama dari National Association of Nurse Anesthetists ( NANA yang merupakan cikal bakalnya AANA), masalah pendidikan ini mulai dibahas. Gertrude Fife, yang menjadi presiden dari NANA menyatakan perlunya pengembangan standar program pendidikan untuk Perawat Anestesi. Fife menyatakan bahwa ini adalah merupakan tugas organisasi profesi untuk menyediakan tenaga-tenaga pelaksana anestesi yang memenuhi syarat bagi ahli bedah dan rumah sakit – rumah sakit melalui suatu sekolah yang bermutu dan terakreditasi.
Pada tahun 1936, disusunlah satu kurikulum yang pertama kali oleh Dewan Pendidikan dari AANA yang diketuai oleh Helen Lamb, yang kemudian diakui sebagai seorang pemimpin yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan. Dewan ini mengajukan suatu rekomendasi untuk mengembangkan suatu kurikulum standar dan menetapkan standar pendidikan.
Mereka menetapkan bahwa : Pendidikan untuk Perawat Anestesi itu seyogyanya meliputi teori dan pengalaman praktek dalam satu program yang tidak kurang dari 6 bulan, termasuk 95 jam pelajaran teori di kelas, 18 jam pertemuan instruksi di kamar bedah, dan 325 kasus pemberian anestesi dengan rincian 250 general anestesi, 25 obstetrik, 25 kasus gigi, 25 regional/spinal dan lokal. Kemudian jumlah program pendidikan Perawat Anestesi itu semakin bertambah, maka dibentuklah suatu badan di dalam AANA yang mengurus masalah pendidikan yang dinamakan “Assembly of School Faculty”.
Akhirnya pada tahun 1952 pendidikan Perawat Anestesi yang pertama kali terakreditasi oleh AANA adalah pendidikan Perawat Anestesi yang ada di Ravenswood Hospital of Anesthesia in Chicago. Pendidikan Perawat Anestesi telah berkembang sampai pada tingkat program nasional, dimana 80 % nya berada dalam afiliasi dengan fakultas atau universitas dan memberikan gelar master. dan 20 % nya memberikan sertifikasi. Pada tahun 1998 semua pendidikan Perawat Anestesi yang terakreditasi harus memberikan gelar master. Waktu minimum untuk program pendidikan Perawat Anestesi adalah 24 bulan, tiap program harus menyediakan kurikulum yang luas meliputi teori dan praktek. Diseluruh negara bagian kurikulumnya bervariasi tergantung standar akreditasi dan sumber daya manusia setempat.
Perawat Anestesi = CRNA ( Certified Registered Nurse Anesthetists ) adalah sekelompok Perawat Mahir berkualitas tinggi yang telah melakukan pelayanan anestesi di Amerika selama lebih dari 100 ( serastus ) tahun. Kenyataan menunjukkan bahwa perkembangan Perawat Anestesi di Amerika itu lebih cepat dibandingkan dengan perkembangan Dokter Anestesi.
Pada tahun (1990) terdapat lebih dari 25.000 Perawat Anestesi yang melakukan layanan anestesi, kira-kira 65 % dari seluruh layanan anestesi per tahun di Amerika, dan pelaksana layanan anestesi di 85 % rumah sakit – rumah sakit diluar kota atau pedesaan Amerika.
Definisi Profesional bagi Perawat Anestesi adalah Perawat Terdaftar = RN ( Registered Nurse ) yang telah diberi pendidikan dan berkompetensi untuk melakukan layanan dalam pelayanan anestesi. Pekerjaan atau praktik dari Perawat Anestesi itu merupakan keahlian yang diakui dalam profesi keperawatan dan praktek dari Perawat Anestesi itu bukanlah tugas limpah medik, tetapi tugas mandiri. Eksistensi Perawat Anestesi diakui secara hukum diseluruh negara bagian di Amerika Serikat (50 negara bagian).

2. Telah lulus dari Program Pendidikan Perawat Anestesi yang terakreditasi oleh Asosiasi   Perawat Anestesi Amerika ( AANA = American Association of Nurse Anerthetists ).
3.Berhasil lulus ujian sertifikasi yang diselenggarakan oleh Dewan Sertifikasi AANA.
4. Memenuhi kriteria untuk Resertifikasi sesuai ketetapan AANA serta bebas dari cacat fisik atau     mental atau cacat lainnya yang bisa mengganggu tugas anestesi.
Dewan Konsil Sertifikasi.
Dewan sertifikasi adalah sebuah dewan yang berada dalam struktur organisasi asosiasi profesi Perawat Anestesi,  tetapi berfungsi secara independen. Proses sertifikasi diperkenalkan oleh AANA pada tahun1945. Pada tahun 1975, AANA mengakui keberadaan Dewan Sertifikasi sebagai satu badan multidisiplin yang independen dalam fungsinya, tetapi secara struktural tetap ada didalam AANA. Sertifikasi merupakan pengakuan profesional  untuk melakukan prakteknya dan sekaligus memberikan perlindungan legal. Pemerintah negara bagian juga memberikan lisensi legal kepada Perawat Anestesi untuk memberikan perlindungan hukum dalam melakukan pekerjaannya. Perawat Anestesi harus menempuh dan lulus ujian sertifikasi sebelum ia diakui sebagai Perawat Anestesi Terdaftar Bersertifikat (CRNA = Certified Registered Nurse Anesthetist)
Pada akhir tahun 1960 AANA menyadari pentingnya untuk secara kontinyu menjaga kesempurnaan profesional dari Perawat Anestesi demi kepentingan publik. Pada tahun 1969 suatu perubahan anggaran rumah tangga yang menyatakan perlunya para anggota untuk menunjukkan pengalaman klinik dan dedikasinya sebagai wujud dari keahlian mereka dalam praktek. Anggaran rumah tangga ini disetujui dan membuat pendidikan lanjutan dan program pilihan. Tetapi pada tahun 1976 para anggota mengadakan amandemen pada anggaran rumah tangga ini untuk membuat pendidikan lanjutan berlaku mutlak bagi semua Perawat Anestesi. Anggaran rumah tangga ini disetujui dan diterapkan pada bulan Agustus tahun 1978.
Karena Dewan Resertifikasi Perawat Anestesi itu menjadi lebih terlibat pada profesi, maka tugas dan tanggung jawabnya juga makin diperluas. Dewan ini menetapkan kriteria yang obyektif untuk menentukan apakah seorang Perawat Anestesi itu layak untuk mendapat lisensi, boleh berpraktik dengan tingkat keahlian yang memadai, telah mendapatkan kredit pendidikan lanjutan yang cukup agar tetap segar, dan terhindar dari cacat mental atau fisik atau hal lainnya yang dapat mengganggu pekerjaannya dalam praktik anestesi.
Dewan ini juga memiliki peran untuk menyetujui program pendidikan lanjutan yang sesuai dengan kriteria kredit pendidikan lanjutan.

Komposisi Dewan Akreditasi ini adalah multidisiplin dan diakui oleh Departemen Pendidikan dan Dewan Akreditasi Pendidikan Pasca Sarjana Amerika Serikat sebagai satu-satunya badan akreditasi yang berwewenang untuk program pendidikan Perawat Anestesi.
Pengakuan dari Dewan dan Departemen ini penting bukan saja untuk mendapatkan pengesahan program dan kualitas pendidikannya, tetapi juga untuk mendapatkan bantuan dana pendidikan serta bantuan keuangan untuk paramahasiswa. Dewan Akreditasi ini menghendaki agar sedikitnya setiap 6 ( enam ) tahun sekali secara sistematis program itu dinilai sendiri oleh institusi. Setiap 6 (enam) bulan, Dewan Akreditasi menerbitkan daftar program pendidikan Perawat Anestesi yang terakreditasi yang tersedia dikantor AANA.
Catatan karya : Drs. Yuswana Bsc,
Dipublish oleh : Mustafa Usman Bsc, SE
Diambil dari blog Baidilla Syalsabila Anesthesia
Di sunting ulang oleh Mtr. Didi.S. Disebarluaskan oleh Abd.Syukur AK, BSc

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>